Rabu, 20 April 2011

Syarat Syarat Taubat

Assalamu'alaikum Ustadz, Terlalu banyak dosa yang saya lakukan ...dan kesemua itu ingin saya akhiri...sebutlah misalnya tidak berpuasa romadhan, tidak sholat, mencuri, berbohong dengan temen temen, berbohong dengan orang tua, berzina, dsb. Ustadz, bagaimana cara nya ustadz bertaubat ? Dan saya pernah mencuri, apakah saya harus memberi tahu dengan org yang barangnya (uang) saya curi ? Dan berangsur angsur saya sudah mulai melaksanakan kewajiban , sepetti sholat ngaj dsb, Apakah doa doa saya dikabulkan oleh allah, soalnya setau saya, allah tidak akan mengabulkan doa orang yang dalam tubuh nya ada makanan yang haram ? bagaimana ini ustadz? mohon penjelasannya ustadz. Wassalam wr wb

Jawaban:
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,
Yang paling utama dalam bertaubat adalah [1] menyesali perbuatan, [2] memohon ampun kepada Allah dan [3] bertekad kuat tidak mengulanginya.
Penyesalan yang dilakukan hendaknya didasari oleh perenungan yang mendalam dan membekas di dalam hati. Bukan sekedar keinginan sesaat yang kemudian sirna dan lenyap.
Namun untuk kelengkapan taubat itu, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan agar menjadi taubat yang sebenar-benarnya.
a. Pindah Lingkungan Pergaulan Agar tobat itu jangan sampai terulang lagi dengan cara pindah dari suasana dan lingkungan yang selama ini memberikan peluang melakukan itu. Orang yang taubat harus hidup di tengah orang-orang shaleh dan selalu menjaga hukum Allah. Bukan lingkungan yang mendiamkan apabila ada kemungkaran dan kebatilan. Sehingga apapun yang dia lakukan, selalu ada orang-orang yang dengan ikhlas mengingatkan.
b. Hilangkan Semua Memori Dan Kenangan Selain itu tentu saja orang yang tobat harus menghilangkan semua kenangan masa lalunya. Jangan diceritakan kepada siapapun juga. Allah yang telah menutupi aib itu semoga juga menutupi dosa-dosa sebelumnya. Dan mulai kehidupan baru yang lebih baik dan lebih islami.
c. Kembalikan Hak Milik Orang lain Dan Meminta Maaf Khusus untuk dosa yang terkait dengan hak milik orang lain seperti dosa mencuri atau menipu dan merugikan orang lain, maka perlu permintaan maaf kepada mereka yang telah dizalimi itu. Hal ini mengingat bahwa hak orang lain yang telah diambil secara zalim itu masih tetap akan dituntut oleh pemiliknya kelak di akhirat. Bahkan seorang yang mati syahid sekalipun, tetap akan dimintai pertanggung jawaban urusan hutangnya yang belum selesai. Padahal orang yang mati syahid itu masuk surga tanpa dihisab lagi amal-amalnya.
d. Memperbanyak Perbuatan Baik Yang Lebih Besar Pahalanya Selain itu untuk `menebus’ dosa sebelumnya, sangat dianjurkan untuk menghapus perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik yang lebih besar pahalanya. Karena Allah berfirman :”Sesungguhnya amal baik itu menghapus amal yang buruk”.
Misalnya dengan menyumbangkan harta yang besar untuk faqir miskin, atau membangun masjid, atau membangun pesantren dan lembaga pendidikan atau mewakafkan perusahaan yang produktif agar penghasilannya bisa digunakan untuk kepentingan umat Islam.
Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar