Selasa, 19 April 2011

Teroris Itu Sebenarnya Siapa?

images4Teroris itu sebenarnya siapa? Apakah dia memang yang orang yang taat beragama? Atau mereka yang tidak punya hati dan rasa malu kepada sang pencipta? Pertanyaan ini mungkin adalah pertanyaan bodoh dan tolol dari sekian banyak pertanyaan yang pernah saya lontarkan kepada khalayak. Dan karena pertanyaan ini pun membuat seseorang menyebut saya “teroris itu orang bodoh seperti kamu”. Ya, meski itu hanya sebuah gurauan, tetapi dalam hati saya mencoba mengaminkan apa yang dikatakan orang.
Teroris hanyalah seorang bodoh yang tak jauh bedanya dengan bodohnya saya, yang suka membuat kegemparan dan menambah semeraut, upz meski begitu saya bukan seperti itu dan saya bukan teroris ya…hehehehe. Mengapa teroris dikatakan bodoh, padahal banyak kalangan mengakui bahwa mereka sangat pintar dan cerdas mengatur strategi. Memang benar, dalam strategi bisa saja mereka tidak kalah sama TNI-POLRI, mengapa? Bila bukan menggunakan strategi yang tepat sasaran, mungkin mereka tidak dapat meledakkan suatu tempat, apalagi itu masjid, gereja, atau tempat ibadah lainnya, bahkan markas militer sekalipun.
Lalu bodohnya dimana? Pertanyaan tolol dan bodoh kan? Kebodohan teroris adalah cara mereka berpikir, mendirikan negara Islam? Tentu tidak bukan sebuah alasan menciptakan terorisme dan membombardir tempat-tempat strategis. Mempertahankan akidah? Juga bukan begitu caranya, saya orang Islam, dan sedikit memahami akidah, tetapi tidak sependapat mempertahankan akidah adalah dengan  cara membantai manusia tak bersalah.
Apa alasan sebenarnya? Apa hanya karena kalah aksi dan eksistensi, sehingga menimbulkan jiwa separatis? Atau tidak ingin melihat menopoli lawan lebih eksis? Itu juga alasan yang keliru. Kita seharusnya menyadari, negeri ini bukan negeri perang, bukan negeri yang menjadi medan pertempuran karena itu jangan menciptakan pertempuran dinegeri yang damai ini.
Bila ditanya siapa teroris itu? Mungkin jawaban saya adalah teroris itu adalah orang bodoh. Mengapa? Bila mereka pandai dan pintar, tentu mereka tidak akan melakukan aksi brutal, tentu mereka akan menggunakan ilmu mereka untuk kepentingan umat manusia, bersosialisasi dengan baik, berinteraksi dengan baik, dan berwarganegara dengan baik.
Hanya orang bodohlah yang senang melihat kehancuran dirumahnya sendiri, apalagi mengatasnamakan sebuah keyakinan, agama, kepercayaan bahkan ketuhanan yang disembah. Apakah agama mengajarkan teroris, mungkin agama mengajarkan perang, tetapi bukan berarti memerangi. Agama mengajarkan bagaimana mempertahankan agamanya, tetapi agama tidak menyarankan membuat kerusuhan. Agama mengajarkan mempertahankan suatu hukum yang jelas dan patuh ditaati pemeluknya, tetapi agama tidak mengajarkan kekerasan dan kebruralan. Agama mengajarkan dakwah tetapi agama melarang umatnya memaksakan agama kepada orang yang yakin dengan agamanya sendiri. Sungguh bodoh teroris itu.
Teroris hanyalah bentuk kegiatan dan kejahatan sekolompok manusia yang bertopeng agama dan akidah. Teroris tidak lain seperti para elit negeri yang ingin mementingkan diri dan kelompoknya. Sungguh perbuatan yang hina, sungguh perbuatan yang memalukan. Bahkan Allah telah menyatakan dengan jelas yang membuat kejahatan akan tergolong orang-orang yang celaka.
Lalu apa kebodohan teroris yang lain? Kebodohan teroris adalah menghancurkan tempat ibadah. Ya, namanya meneror memang ditujukan ketempat vital umat. Tetapi bila teroris dikaitkan dengan muslim, teror yang dilkukan disebuah masjid apa itu bagian dari mempertahankan akidah? Menghancurkan masjid seperti dilakukan Israel di Palestina apakah itu bukan teroris, karena menghancurkan tempat ibadah. Sungguh bodoh dan rendah.
Agama hanyalah tameng unuk melakukan kejahatan. Agama dijadikan perisai untuk membantai manusia yang tidak lain adalah saudara sendiri. Apakah agama mengajarkan membunuh saudara sendiri? Tidak kan? Setahu saya, agama memerintahkan pemeluknya untuk bertahan dari serangan musuh dan melawan bila sudah ditawan, tetapi bukan menciptakan lawan, menawan, dan menghancurkan. Ya, Allah…lindungilah negeri ini dari teror para pemilik kepentingan individu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar