NEW YORK - Salah besar jika anda mengira anak kecil, yang kerap dideskripsikan memiliki hidung meler dan tangan kotor, memiliki peran besar dalam penyebaran penyakit.
Sebenarnya, remaja dan orang yang beranjak dewasa justru menjadi pemicu utama terkena flu musiman dan pandemik. Demikian diungkap sebuah penelitian pada American Journal of Epidemiologi sebagaimana dilansir Straits Times, Jumat (17/6/2011).
Berdasarkan studi tersebut, kasus flu di Kanada cenderung menjangkiti kelompok usia 10 sampai 19 serta 20 hingga 29 tahun lebih dulu, sebelum menulari ke orang dewasa atau anak kecil. Artinya, mencegah dua kelompok usia di atas tertular bisa jadi merupakan kunci untuk memperlambat penyebaran penyakit flu pada skala yang lebih besar.
"Penyakit Influenza musiman memuncak satu pekan lebih awal dibanding kelompok usia 10-19 atau 20-29 tahun terjangkit dibanding kelompok usia lainnya. Sementara, pada gelombang pandemik 2009 lalu, infeksi memuncak lebih cepat pada kelompok usia 10-19 tahun," jelas Dena Schanzer dari dinas kesehatan masyarakat Kanada.
"Analisa ini menjawab keraguan pada hipotesa yang menyebut bahwa anak usia sekolah sebenarnya menjadi penyebab epidemi," lanjut Schanzer.
Dr Schanzer dan timnya mengumpulkan data dari hasil pemeriksaan positif untuk flu yang dikumpulkan oleh pemerintah Kanada setiap tahunnya. Lalu mereka menggambarkan jumlah kasus flu pada anak-anak dan orang dewasa dengan perbandingan usia yang berbeda yang terjadi di setiap musim flu. Penelitian itu memungkinkan mereka melihat kapan virus flu memuncak di setiap kelompok usia sekaligus menentukan kelompok mana yang menjadi 'pemimpin' epidemi tersebut.
Dalam kurun 1995 hingga 2006, peneliti menemukan bahwa flu musiman mencapai puncaknya pada rentan usia 10-19 dan 20-29, sekira satu pekan lebih awal ketimbang kelompok usia yang lebih tua. Selama 2009 kasus penyakit H1N1 (flu burung), mencapai puncaknya di kalangan remaja beberapa hari sebelum kelompok usia lainnya.
Selain itu, Dr Schanzer dan rekan-rekan juga menulis bahwa tidak memiliki cukup data untuk mencari tahu mengapa remaja selalu menjadi penderita flu terbanyak di Kanada. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak pra-sekolah lebih banyak terjangkit penyebaran flu.
Sebenarnya, remaja dan orang yang beranjak dewasa justru menjadi pemicu utama terkena flu musiman dan pandemik. Demikian diungkap sebuah penelitian pada American Journal of Epidemiologi sebagaimana dilansir Straits Times, Jumat (17/6/2011).
Berdasarkan studi tersebut, kasus flu di Kanada cenderung menjangkiti kelompok usia 10 sampai 19 serta 20 hingga 29 tahun lebih dulu, sebelum menulari ke orang dewasa atau anak kecil. Artinya, mencegah dua kelompok usia di atas tertular bisa jadi merupakan kunci untuk memperlambat penyebaran penyakit flu pada skala yang lebih besar.
"Penyakit Influenza musiman memuncak satu pekan lebih awal dibanding kelompok usia 10-19 atau 20-29 tahun terjangkit dibanding kelompok usia lainnya. Sementara, pada gelombang pandemik 2009 lalu, infeksi memuncak lebih cepat pada kelompok usia 10-19 tahun," jelas Dena Schanzer dari dinas kesehatan masyarakat Kanada.
"Analisa ini menjawab keraguan pada hipotesa yang menyebut bahwa anak usia sekolah sebenarnya menjadi penyebab epidemi," lanjut Schanzer.
Dr Schanzer dan timnya mengumpulkan data dari hasil pemeriksaan positif untuk flu yang dikumpulkan oleh pemerintah Kanada setiap tahunnya. Lalu mereka menggambarkan jumlah kasus flu pada anak-anak dan orang dewasa dengan perbandingan usia yang berbeda yang terjadi di setiap musim flu. Penelitian itu memungkinkan mereka melihat kapan virus flu memuncak di setiap kelompok usia sekaligus menentukan kelompok mana yang menjadi 'pemimpin' epidemi tersebut.
Dalam kurun 1995 hingga 2006, peneliti menemukan bahwa flu musiman mencapai puncaknya pada rentan usia 10-19 dan 20-29, sekira satu pekan lebih awal ketimbang kelompok usia yang lebih tua. Selama 2009 kasus penyakit H1N1 (flu burung), mencapai puncaknya di kalangan remaja beberapa hari sebelum kelompok usia lainnya.
Selain itu, Dr Schanzer dan rekan-rekan juga menulis bahwa tidak memiliki cukup data untuk mencari tahu mengapa remaja selalu menjadi penderita flu terbanyak di Kanada. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak pra-sekolah lebih banyak terjangkit penyebaran flu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar