Di postingan kali ini kita akan membahas tentang sumpah dalam Al-Qur’an atau yang disebut dengan istilahQosam.
Kesiapan jiwa dalam setiap individu untuk menerima kebenaran dan tunduk terhadap cahaya Al-Qur’an berbeda-beda. Jiwa yang bersih, jernih, yang fitrohnya tidak ternodai kejahatan akan segera menyambut petunjuk dan membukakan hatinya serta mengikutinya sekalipun petunjuk itu sampai kepadanya hanya sepintas. Lain lagi jiwa yang tertutup oleh kejahilan dan kebatilan, tidak akan tergerak hatinya kecuali dengan peringatan dan kalimat yang keras. Salah satu cara untuk memperkuat ungkapan kalimat yang diiringi dengan bukti nyata agar orang yang mengingkari kebenaran dapat mengakuinya, adalah dengan Qosam atau sumpah.Kata al-aqsam jamak dari kata qasam yang Berarti sumpah. Ungkapan sumpah dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja, uqsimu kemudian disertai huruf ba’. Jadi uqsimu billah artinya aku bersumpah atas nama Alloh. Seperti firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala,
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: “Alloh tidak akan membangkitkan orang yang mati”. (Tidak demikian), bahkan (pasti Alloh akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Alloh, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” (Surat An-Nahl ayat 38).
berhubung sumpah itu banyak digunakan orang, kata kerja sumpah dihilangkan sehingga yang dipakai hanya hurufba’ nya saja. Kemudian huruf ba’ diganti dengan huruf wawu, seperti firman Alloh di Surat Al-Lail ayat 1 yang berbunyi :
Artinya “Demi malam apabila menutupi cahaya siang.” .
Kadang-kadang digunakan huruf-huruf ta’. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman di surat Al-Anbiya’ ayat 57 :
Artinya “Demi Alloh, Sesungguhnya Aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya”.
Namun sumpah dengan huruf “ta” ini jarang dipergunakan, sedangkan huruf wawu paling banyak dipakai.
Seberapa pentingkah keberadaan sumpah di dalam al-Qur-an?
Sumpah bagi manusia bertujuan untuk mengikat diri untuk tidak melakukan sesuatu atau melakukan sesuatu. Tapi, sumpah bagi Alloh adalah untuk menekankan berita sesudahnya dan menguatkan kandungan ungkapan yang dimaksud. Sebab suatu hukum akan menjadi lebih kuat kalau disertai saksi atau sumpah. Sumpah merupakan penekanan yang terkenal untuk memantapkan jiwa dan menguatkannya. Al-Qur’an turun kepada seluruh manusia. Mereka menyikapinya bermacam-macam, di antaranya ada yang ragu, ada yang ingkar, dan ada pula yang menentang habis-habisan. Maka, sumpah dalam Al-Qur’an dalam rangka menghilangkan keraguan dan membatalkan syubuhat atau kesamaran, menegakkan hujjah alias argumen dan menguatkan berita, serta menekankan hukuman dengan sebaik-baik gambaran. Demikianlah pentingnya sumpah dalam Al-Qur’an.
Sumpah yang dilakukan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an berkisar antara dua hal.
Pertama, Alloh bersumpah dengan Diri-Nya yang menunjukkan kebesaran-Nya. Dalam hal ini terdapat tujuh ayat dalam Al-Qur’an.
Pertama: di Surat At-Taghabun ayat 7,
“Orang-orang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: ‘Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’ Yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.”
Kedua: di surat Saba’ ayat 3,
Yang artinya “Katakanlah: ‘Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu …’.” .
Ketiga: di Surat Yunus ayat 53,
“Dan mereka menanyakan kepadamu: ‘Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?’ Katakanlah: ‘Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)’.”
Keempat: di Surat Maryam ayat 68,
“Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan merka bersama syaithan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.”
Kelima: Surat Al-Hijr ayat 92,
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua.”
Keenam: di Surat An-Nisa’ ayat 65,
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
Ketujuh: Surat Al-Ma’arij ayat 40,
“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.” .
Yang kedua, Alloh bersumpah dengan makhluk-Nya. Pada bagian ini cukup banyak dalam Al-Qur’an, seperti, di Surat Asy-Syams ayat 1 – 7,
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya. dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya).”
surat Al-Lail ayat 1 – 3,
“Demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan”.
Dan, sekali Alloh bersumpah dengan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam karena kedudukan dan kemuliaan Nabi Muhammad di sisi Alloh, yaitu dalam surah Al-Hijr ayat 72.
“(Alloh berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), Sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”.
Dan masih banyak lagi sumpah Alloh dengan menggunakan makhluk. Perlu diketahui oleh kita bersama, bahwa ketika Alloh bersumpah dengan menyebut nama makhluk-Nya, itu menunjukkan kebesaran dan pentingnya keberadaan makhluk itu disisi Alloh dalam kehidupan manusia.
Sementara untuk kita, hamba Alloh, tidak boleh bersumpah kecuali dengan menyebut nama Alloh, seperti bersumpah dengan orang tua, hewan dan lainnya. Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya“Barang siapa yang bersumpah dengan selain Alloh, maka Dia telah melakukan Syirik.” (Hadits riwayat Imam Ahmad).
Inilah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, berkaitan dengan Qosam atau sumpah di dalam Al-Qur’an. Mudah-mudahan bermanfaat, Wallohu ’alam…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar