Berani Mencoba, Berani Gagal
Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. Pada akhirnya pebisnis tersebut akan menemukan jalan kemenangan dan kesuksesan dalam bisnisnya, persis seperti yang tertuang dalam sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada”
Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. Pada akhirnya pebisnis tersebut akan menemukan jalan kemenangan dan kesuksesan dalam bisnisnya, persis seperti yang tertuang dalam sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada”
Dalam bisnis internet/online yang semakin semarak dewasa ini, keberanian mencoba seorang pebisnis online juga memegang peranan penting. Mencoba bisnis online yang begitu banyak ditawarkan memang tidak ada ruginya, semuanya serba gratis, modalnya hanya waktu dan koneksi internet yang biasa juga kita keluarkan. Mendingan mencoba bisnis internet dari pada hanya membuang waktu dan uang ketika surfing di dunia maya. Banyak cerita sukses pebisnis online yang berawal dari sekedar iseng dan coba-coba. Keisengan yang dilakukannya ternyata mendatangkan penghasilan yang semakin lama semakin menggembirakan. Akhirnya tidak sedikit orang yang menjadikan bisnis online sebagai sumber utama penghasilannya.
Namun demikian, sikap berani mencoba harus diikuti dengan sikap berani gagal. Hampir tidak ada orang yang baru pertama kali mencoba bisnis langsung menuai kesuksesan dan keberhasilan. Seorang pebisnis sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Biasanya pebisnis yang ditempa kegagalan berulang kali justru akan lebih berhasil di masa mendatang. Kegagalan demi kegagalan yang menimpanya akan menjadi sarana pembelajaran dan latihan dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan yang semakin tidak mudah, sehingga kesuksesan seolah hanya menunggu waktu.
Keberanian mencoba adalah penting namun keberanian menerima kegagalan menjadi lebih penting dalam bisnis apapun. Keberanian menerima kegagalan berarti menyadari bahwa tidak ada bisnis yang mudah dan instan. Sikap berani gagal akan menumbuhkan sikap tidak mudah menyerah dan putus asa, karena dalam bisnis diperlukan usaha dan kerja keras. Bisnis online yang dianggap serba gampang sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Banyak orang tertarik terjun ke bisnis online dengan keinginan menjadi kaya dalam waktu singkat dengan mudah. Mereka keliru, dalam bisnis online pun diperlukan usaha dan kerja keras. Cerita sukses yang dialami pebisnis online juga dibangun dari banyak kegagalan yang pernah mereka alami. Mereka yang sukses dalam bisnis online tidak pernah berhenti mencoba dan belajar. Jangan pernah bermimpi menjadi jutawan dari bisnis online hanya dengan ongkang-ongkang kaki. Semuanya butuh waktu dan usaha.
Sebenarnya orang bukannya gagal, tetapi hanya berhenti mencoba. Seseorang yang ingin meraih kesuksesan, maka orang itu harus punya keberanian mencoba dan keberanian menerima kegagalan. Kedua modal itulah yang akan menentukan kesuksesan bisnisnya.
Saya percaya, bahwa setiap tahun telah cukup banyak orang yang masuk dunia bisnis. Mereka umumnya melakukan tiga cara. Yakni, membeli bisnis yang sudah ada, menjadi partner dalam sebuah franchise, atau dengan memilki bisnis baru.Jika ingin memulai bisnis baru, tentu kita harus bisa menjawab empat pertanyaan ini. Pertama, produk atau layanan apakah yang akan kita buat, dan itu untuk siapa?
Kedua, mengapa harus usaha itu? Mengapa calon pelanggan harus membeli dari kita? Apa yang akan kita berikan jika ternyata produk itu belum ada? Bagaimana kompetisinya? Apa keuntungan yang kita peroleh dari kompetisi itu?
Ketiga, apakah kita mempunyai sumbernya? Apakah kita akan mendapatkan order? Apakah order itu datang segera?
Keempat, siapa pasar kita? Lantas dari manakah ide untuk mulai bisnis baru itu berasal?
Hasil sebuah survey di AS, yang terulang dalam buku The Origins of Entrepreneurship, memang disebutkan, bahwa 43% pengusaha itu dapat ide dari pengalaman yang diperoleh saat dia bekerja di industri yang sama. Mereka tahu operasional suatu usaha dan umumnya punya jaringan kerja sama. Sebanyak 15% pengusaha dapat ide bisnis saat melihat orang lain mencoba suatu usaha. Sebanyak 11% pengusaha dapat ide saat melihat peluang pasar yang tidak atau belum terpenuhi, 7% pengusaha dapat ide karena telah meneliti secara sistematik kesempatan berbisnis, dan 3% pengusaha dapat ide karena hobi atau tertarik akan keragaman tertentu. Di Indonesia sendiri bagaimana?
Saya kira dalam konteks ini, kita tidak harus sependapat dengan hasil data tersebut. Data 43% pengusaha itu dapat ide dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di industri yang sama, itu menunjukkan bahwa dia tipe pengusaha yang hanya berani memulai bisnis baru karena hanya semata melihat sisi terangnya saja. Menurut saya, jika kita memang benar-benar ingin memulai bisnis baru, semestinya peluang pasarlah yang lebih kita jadikan pijakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar