Assalamu’alaikum Wr. Wb
Begini kejadian ini baru saya alami di tetangga kampung. Yaitu pas mengucapkan takbir ketika akan sholat Iedul Adha itu kok takbirnya 2 kali. Saya baru dengar itu. Ketika saya coba tabayun ke tokoh agama setempat katanya itu sesuai dengan hadits. Apa benar ada hadits yang menerangkan tentang takbir yang hanya 2 kali itu. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Begini kejadian ini baru saya alami di tetangga kampung. Yaitu pas mengucapkan takbir ketika akan sholat Iedul Adha itu kok takbirnya 2 kali. Saya baru dengar itu. Ketika saya coba tabayun ke tokoh agama setempat katanya itu sesuai dengan hadits. Apa benar ada hadits yang menerangkan tentang takbir yang hanya 2 kali itu. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Jawaban:
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salah satu ibadah yang disunnahkan pada hari raya, baik itu Iedul Fitri maupun Iedul Adha adalah memperbanyak bacaan takbir, tahmid dan tahlil.
Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Alloh SWT dalam Al-Qur’an dan berdasarkan sabda-sabda Rasulullah SAW. Alloh SWT berfirman: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (bilangan bualan Ramadhan) dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (al-Baqoroh; 185)
“Supaya kamu menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Alloh pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Alloh berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian dari padanya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi faqir” (al-Hajj; 28)
Dari Abdulloh bin Umar RA, dari Nabi Saw, beliau bersabda: “ Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Alloh dan paling aku senangi untuk beramal padanya selain hari sepuluh ini ( 1-10 Dzulhijjah). Maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid pada hari-hari tersebut” (HR Ahmad 5446.
Ahmad Syakir berkata: Sanadnya shahih/syarah musnad Ahmad 7/224) Adapun shigot (bentuk) lafadz takbir itu bermacam-macam:
A. Dari Ibnu Mas’ud RA beliau berkata: “Allohu Akbar, Allohu Akbar, Laa ilaaha Illallohu wallohu Akbar, Allohu Akbar walillahilhamd” (RA Ibnu Abi Syaibah 2/178, Albany menyatakan hadits tersebut sanadnya shohih Irwaul gholil 3/125)
B. Dari Salaman, beliau berkata: Ucapkanlah takbir Allohu Akbar 3x kabiiro (Raudhoh An-nadiyyah 1/367 HR Abdur Razak dengan sanad yang shohih)
C. Dari ibnu Abbas beliau berkata: ‘Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Walillahilhamdu, Allohu Akbar waajallu, Allohu Akbar ‘Ala maa hadaanaa” (HR Baihaqy dalam sunan kubeo 3/315)
Wallahu a‘lam bishshowab. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb
Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Alloh SWT dalam Al-Qur’an dan berdasarkan sabda-sabda Rasulullah SAW. Alloh SWT berfirman: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (bilangan bualan Ramadhan) dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (al-Baqoroh; 185)
“Supaya kamu menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Alloh pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Alloh berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian dari padanya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi faqir” (al-Hajj; 28)
Dari Abdulloh bin Umar RA, dari Nabi Saw, beliau bersabda: “ Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Alloh dan paling aku senangi untuk beramal padanya selain hari sepuluh ini ( 1-10 Dzulhijjah). Maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid pada hari-hari tersebut” (HR Ahmad 5446.
Ahmad Syakir berkata: Sanadnya shahih/syarah musnad Ahmad 7/224) Adapun shigot (bentuk) lafadz takbir itu bermacam-macam:
A. Dari Ibnu Mas’ud RA beliau berkata: “Allohu Akbar, Allohu Akbar, Laa ilaaha Illallohu wallohu Akbar, Allohu Akbar walillahilhamd” (RA Ibnu Abi Syaibah 2/178, Albany menyatakan hadits tersebut sanadnya shohih Irwaul gholil 3/125)
B. Dari Salaman, beliau berkata: Ucapkanlah takbir Allohu Akbar 3x kabiiro (Raudhoh An-nadiyyah 1/367 HR Abdur Razak dengan sanad yang shohih)
C. Dari ibnu Abbas beliau berkata: ‘Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Walillahilhamdu, Allohu Akbar waajallu, Allohu Akbar ‘Ala maa hadaanaa” (HR Baihaqy dalam sunan kubeo 3/315)
Wallahu a‘lam bishshowab. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar